Selasa, 08 Juni 2010

Umat Islam Prihatin atas Kejadian di Palestina

Beirut – Infopalestina: Asosiasi Anggota Parlemen Internasional untuk Solidaritas Palestina menyerukan dibentuknya aksi internasional memberangkatkan Armada Parlemen Kebebasan untuk membuka blokade Israel atas Jalur Gaza yang sudah berlangsung sejak empat tahun.
Dalam keterangannya dalam pertemuannya di ibukota Libanon Beirut kemarin Senin (7/6), Asosiasi menegaskan, kewajiban anggota parlemen manapun yang merasa sebagai manusia bebas adalah menggelar Armada Kebebasan ini dan meningkatkannya dalam rangka membongkar kedok tabiat kejahatan Israel dan mengefektifkan upaya pembukaan blokade, kemudian mendeklarasikan blokade internasional kepada siapaun yang mendukung blokade Gaza.
Asosiasi menegsakan bahwa untuk tujuan ini pihaknya akan meluncurkan aksi parlemen dunia untuk menyelenggarakan pemberangkatan Armada Parlemen Kebebasan “Freedom Flotilla Parlement” dan menyerukan kepada seluruh anggota parlemen di seluruh dunia untuk ikut dalam aksi ini.
Asosiasi juga menyerukan kepada seluruh anggota parlemen dari kalangan umat Islam untuk peduli dengan masalah kemanusiaan, hak, harga diri, keadilan dan demokrasi di antaranya dengan memberangkatkan Armada Parlemen ini. (bn-bsyr)
Gaza – Infopalestina: Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas Salah Bardawil menyesalkan keputusan pemerintah Mesir mencegah konvoi kebebasan memasuki Jalur Gaza melalui Rafah dan memaksanya kembali tanpa bisa memasuknya bantuan yang dibawanya. Ini sama saja dengan mengharamkan rakyat Palestina berhubungan dengan saudara-saudaranya di Mesir yang memberikan solidaritasnya pada Palestina.
Bardawil mengatakan, Selasa (8/6), "Kami berharap tindakan tersebut tidak akan menjadi pendekatan umum yang ditempuh pemerintah Mesir untuk menggagalkan setiap dukungan dan bantuan kepada rakyat Palestina dan pemerintah yang sah di Gaza."
Pihak berwenang Mesir sebelumnya melarang delegasi "Kebebasan 2", yang terdiri dari sembilan tokoh parlemen Mesir, untuk memasukkan bahan bangunan, semen dan besi dari mesir ke Jalur Gaza melalui gerbang penyeberangan Rafah. Dinas Keamanan Utara Sinai menyita empat truk barang yang menyertai konvoi kebebasan tersebut.
Ketua Delegasi Konvoi “Kebebasan 2”, Hazem Farouk mengatakan, "Kami terkejut keamanan Mesir merebut truk-truk yang sarat dengan semen dan bahan bangunan ke Gaza dan mengembalikannya ke sisi Mesir, setelah mengambil SIM sopirnya dan mengancam mereka akan ditahan setelah kami berada pada jarak 20 kilometer dari Jalur Gaza. Ketika kami meminta penjelasan mengenai hal ini pihak keamanan menegaskan bahwa truk-truk tersebut tidak akan masuk Gaza." (asw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar