Selasa, 08 Juni 2010

Green Canyon

Archiaston Musamma Family | profile | all galleries >> Green Canyon alias Cukang Taneuh, Ciamis tree view | thumbnails | slideshow

Green Canyon alias Cukang Taneuh, Ciamis

Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada thn 1993. Nama aslinya Cukang Taneuh. Green Canyon memiliki keunikan tersendiri. Dari perjalanannya sendiri dgn ketinting dari dermaga selama 30 menit kita akan senang melewati sungai dgn air berwarna hijau tosca (kalau lagi nggak hujan). Dalam perjalanan kita melihat kehidupan di bantaran sungai. Sesekali terlihat biawak, ular (jangan kawatir hanya ular kadut) dan penduduk yg sedang mancing atau menjala ikan.

Mendekati Cukang Taneuh, kita disuguhi pemandangan sungai dgn sedikit jeram dgn alur sempit dimana perahu sudah tidak bisa meneruskan perjalanan krn cadiknya yg lebar. Kapasitas parkirnya juga terbatas. Jadi kita ditunggu dlm waktu yg tidak terlalu lama, atau perahu keluar dan kembali lagi dlm waktu yg kita tentukan.

Disini air sangat jernih kebirua-biruan. Utk melihat keunikan yg sesungguhnya; kita disarankan utk terus keatas dgn berenang (ada tersedia penyewaaan ban) atau merayap di tepi batu. Perjalanan ini sepenuhnya aman. Anak-anak 6 thn keatas; dpt ikut menggunakan ban dan panduan - life guard pemilik perahu yg kita sewa. Sepanjang perjalanan,kita akan terus berada di cekungan dgn dinding terjal di kanan kiri; sebgn dinding menyerupai gua dgn atap yg sudah runtuh.

Di bagian tertentu masih tersisa stalaktit2 dimana air tanah menetes. Setelah beberapa ratus meter berenang; kita akan melihat bbrp air Terjun kecil dikiri kanan yg sangat menawan. Jika anda terus penasaran dgn ujung jalan, anda akan sampai di sebuah tempat dgn gua yg dihuni oleh kalelawar. Disepanjang alur ini, anda dpt berenang sepuas-puasnya. Ya, berenang bersama ikan di air yang jernih dan dingin.

Foto2 dibawah ini adalah bagian dari Cukang Taneuh yg masih terjangkau oleh kamera dgn mengambil posisi diatas batu di depan pintu masuk. Utk menjangkau bagian hulu, kamera perlu dibawa dengan berenang. Padahal ini bagian yg paling cantik, tetapi sayang kameranya bukan waterproof.

Anak2 begitu suka perjalanan ini. Buat mereka ini pertama kalinya adventurer di air. Di lain waktu, mungkin kami akan bawa mereka terus ke ujung cukang taneuh memasuki gua. Yang tentu perlu persiapan yg lebih baik.

Cukang Taneuh cocok utk adventure bersama keluarga. Anak2 selalu menanyakan kapan kembali lagi kesana.

Archie

.
previous pagepages 1 2 3 4 5 6 ALL next page
t6%2f76%2f410576%2f4%2f78662368.DtXh1ze1.jpg t6%2f76%2f410576%2f4%2f78662372.4ZYnQQtX.jpg perahu2 hilir mudik saat liburan
perahu2 hilir mudik saat liburan
ketinting malaju menuju Cukang Taneuh
ketinting malaju menuju Cukang Taneuh
pulang basah2 nggak bawa baju ganti
pulang basah2 nggak bawa baju ganti
perahu lain dgn arah yg sama
perahu lain dgn arah yg sama
berenang di Cukang Taneuh
berenang di Cukang Taneuh
berdiri di ujung lorong
berdiri di ujung lorong
lorong masuk Cukang Taneuh
lorong masuk Cukang Taneuh
Cukang Taneuh nggak jauh dr Pangandaran
Cukang Taneuh nggak jauh dr Pangandaran
Pangandaran
Pangandaran
nikmatnya berenang di sungai alam
nikmatnya berenang di sungai alam

Ciamis

Pariwisata Ciamis

Objek Wisata:
Cagar Budaya Karangkamulyan - Cijeungjing
Pintu Masuk Cagar Budaya KarangkamulyanCagar Budaya ini merupakan peninggalan pusat Kerajaan Galuh Pusaka yang dikukuhkan oleh Sanghyang Parmanadikusumah.
Di situs ini kita bisa melihat tempat-tempat bekas peninggalan dari legenda Ciung Wanara, salah seorang putera Sanghyang Permanadikusumah.
Peninggalan-peninggalan tersebut antara lain:
1. Batu Pangcalikan ialah bekas singgasana dan tempat bermusyawarah Raja.
2. Penyambungan Ayam, tempat Ciung Wanara menyabung ayam dengan Bondan Sarati.
3. Sanghyang Bedil
Batu Panyandaan
4. Lambang Peribadatan
5. Sumber Air Citeguh dan Cirahayu
6. Makam Adipati Panaekan

7. Pamangkonan
8. Batu Panyandaan
9. Patimuan
10. Leuwi Sipatahunan tempat bayi Ciung Wanara dibuang di Sungai Citanduy.
Terletak di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing, lebih kurang 16 km dari kota Ciamis ke arah Timur, dengan fasilitas. Lapangan Parkir, Kios-kios makanan, Rest Area.

Kerajaan Banten

Kerajaan Banten
BANTEN - Kerajaan di Banten
Kerajaan Banten

Selama kurang lebih 1400 tahun setelah kerajaan Salakanagara di Banten tidak ada kerajaan besar berdiri baru sekitar tahun 1552 berdiri Kesultanan Banten dengan rajanya Maulana Hasanudin anak dari sinuhun sunan Gunung Jati
Cirebon.

Prabu Siliwangi yang merupakan Maharaja tatar sunda mempunyai beberapa anak dari  kentring Manik Mayang sunda yang merupakan anak dari Prabu Susuk Tunggal yaitu Prabu Sangyang Surawisesa yang merupakan raja di Pakuan, Sang
Surosowan yang dijadikan adipati di pesisir Banten. Dari Sang surosowan mempunyai 2 orang anak yaitu . Sang Arya Surajaya dan nyai Kawung Anten.
Dalam babad Cirebon disebutkan ketika Syarif Hidayattulah baru datang dari Mesir dan singgah di cirebon menemui Uwa-nya bernama Pangeran Cakrabuana, mereka pergi ke Banten untuk menyebarkan agama Islam. Di Banten Syarif
Hidayattulah kemudian menikah dengan Nyai Kawung Anten yang merupakan anak dari Sang surosowan jadi mereka itu adalah sama-sama cucu dari Prabu siliwangi hanya lain ibu. Dari hasil perkawinan mereka mempunyai anak Maulana Hasanudin lahir tahun 1478 Masehi, yang merupakan penyebar agama Islam di Banten dan penguasa (Sultan Banten I).

Di samping Maulana Hasanudin di Banten ada seorang ulama yang lebih dahulu menyebarkan agama Islam yaitu Syech Muhammad Soleh di Gunung Santri, Cilegon, beliau pula yang ikut mendampingi Sultan Maulana Hasanudin meyebarkan Islam di Banten. Maulana Hasanudin mempunyai nama lain yaitu Pangeran Sabakingkin yang diberikan oleh kakeknya Sang surosowan ada juga yang memanggil dengan Seda Kinkin yaitu Seda (rakyat berduka) Kinkin (rindu akan kebijaksanaan) ketika beliau meninggal rakyat merasa bersedih. Ketika Sang surosowan (nantinya nama beliau menjadi nama keraton) meninggal dalam usia muda beliau digantikan oleh anaknya Arya surajaya ketika itu ibukota Banten letaknya di pedalaman dengan sungai atau lebih dikenal dengan Banten Girang. Pangeran Sabakingkin walaupun seorang keluarga kerajaan tetapi
beliau lebih dikenal seorang guru agama Islam yang hidup dengan rakyat biasa, maka dari itu wibawa beliau mengalahkan Ua-nya yang menjadi penguasa di Banten. suatu ketika beliau menerima kurir dari Bapaknya sunan Gunung Jati yang menyebutkan adanya Pasukan Cirebon+Demak yang dipimpin Fadilah Khan (Fatahillah) sedang berlayar ke Banten dalam rangka mengusir Portugis di sunda Kelapa.
Sebelum pasukan Cirebon datang Maulana Hasanudin membuat erusuhan di Banten yang mengakibatkan mengungsinya penguasa Banten Girang Aria surajaya) ke Pakuan, Banten berhasil ditaklukan sebelum Cirebon atang. Mengenai penguasa Banten, disamping Aria surajaya ada juga yang enyebut Prabu Pucuk Umun, Salaka Domas. Apakah mereka itu orang yang sama tau berbeda kurang diketahui keberadaannya. Dalam babad Banten disebutkan etika Maulana Hasanudin menyebarkan agama islam beliau mendapat tantangan du ayam jago dari Prabu Pucuk Umun di lereng gunung karang, jika ayamnya alah maka Prabu Pucuk Umun akan memberikan kerjaan Banten ke Maulana asanudin dan Prabu Pucuk Umun ternyata kalah, beliau beserta pengikutnya engungsi ke Banten Selatan dan Maulana Hasanudin memberikan izin agar
daerahnya tidak diganggu mereka lebih dikenal dengan suku Badui. Adapun asal uasal kata Banten ialah dari masuknya agama Islam bagi masyarakat Banten erupakan dampak yang sangat baik dan harus disyukuri. Hal ini ibarat asyarakat Banten pada waktu itu seperti "kejatuhan intan" atau "Katiban nten" dari sini muncul istilah "Banten", ada juga yang mengambil kata dari Bantahan" karena dari dahulu orang Banten dikenal orang yang keras suka em"bantah" melanggar aturan agama dan negara mungkin dari Bantahan itu uncul kata Banten, terkahir ada juga yang mengkaitkan dengan nama sebuah ungai yang mengalir di kota Serang bernama "Cibanten"

Palestina

Palestina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Batas wilayah digambarkan melalui citra satelit tahun 2003 dalam warna abu-abu muda
Palestina دولة فلسطين (bahasa Arab), Palestina (bahasa Suryani), atau Palestina פלשתינה (bahasa Ibrani) atau Eretz Yisrael ארץ־ישראל (bahasa Ibrani) ialah sebuah daerah di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Status politiknya masih dalam perdebatan. Sebagian besar negara di dunia termasuk negara negara anggota OKI, ASEAN, dan Gerakan Non-Blok mengakui keberadaan baik negara Israel maupun negara Palestina.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Geografi

Papan nama dalam tiga bahasa di Palestina.
Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara.
Palestina membentuk bagian tenggara dari kesatuan geografis yang besar di belahan timur dunia Arab yang disebut dengan negeri Syam. Selain Palestina, negeri Syam terdiri dari Lebanon, Suriah dan Yordania. Pada awalnya negara-negara ini punya perbatasan yang kolektif di luar perbatasannya dengan Mesir.
Perbatasan Palestina dimulai dari Lebanon di Ras El-Nakoura di wilayah Laut Tengah (Laut Mediterania) dan dengan garis lurus mengarah ke timur sampai ke daerah di dekat kota kecil Lebanon yaitu kota Bent Jubayel, di mana garis pemisah antara kedua negara ini miring ke Utara dengan sudut yang hampir lurus. Pada titik ini, perbatasan berada mengitari mata air Sungai Yordan yang menjadi bagian dari Palestina dalam jalan kecil yang membatasinya dari wilayah Timur dengan wilayah Suriah dan danau Al Hola, Lout dan Tabariyya.
Perbatasan dengan Yordania dimulai di wilayah selatan danau Tabariyya pada pembuangan sungai Al Yarmouk. Terus sepanjang Sungai Yordan. Dari mata air Sungai Yordan, perbatasan ini ke arah Selatan membelah pertengahan Laut Mati secara geometrikal dan lembah Araba, hingga sampai pada daerah Aqaba.
Perbatasan dengan Mesir dapat digambarkan dengan garis yang hampir membentuk garis lurus yang membelah antara daerah semi-pulau Seena dan padang pasir Al Naqab. Perbatasan ini dimulai di Rafah di Laut Tengah hingga sampai ke daerah Taba di Teluk Aqaba.
Di bagian Barat, Palestina terletak di sebelah perairan lepas internasional dari Laut Tengah dengan jarak sekitar 250 km dari Ras El-Nakoura di belah selatan hingga Rafah di bagian selatan.
Karena lokasinya terletak di pertengahan negara-negara Arab, Palestina membentuk kombinasi geografis yang natural dan humanistik bagi medan terestrial yang luas yang memuat kehidupan orang-orang asli Badui di wilayah selatan dan gaya pendudukan yang sudah lama di bagian utara. Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian dari tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat di mana peradaban kuno muncul, menjadi jembatan aktivitas komersial dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era bersejarah yang berbeda. Lokasi strategis yang dinikmati Palestina memungkinkannya untuk menjadi faktor penghubung antara berbagai benua bagi dunia kuno Asia, Afrika dan Eropa. Palestina juga menjadi tempat yang dijadikan pintu masuk bagi perjalanan ke negara-negara tetangga. Ia menjadi jembatan penghubung bagi manusia sejak dahulu kala, sebagaimana ia juga menikmati lokasi sentral (Pusat) yang memikat sebagian orang yang mau bermukim dan hidup dalam kemakmuran.

Umat Islam Prihatin atas Kejadian di Palestina

Beirut – Infopalestina: Asosiasi Anggota Parlemen Internasional untuk Solidaritas Palestina menyerukan dibentuknya aksi internasional memberangkatkan Armada Parlemen Kebebasan untuk membuka blokade Israel atas Jalur Gaza yang sudah berlangsung sejak empat tahun.
Dalam keterangannya dalam pertemuannya di ibukota Libanon Beirut kemarin Senin (7/6), Asosiasi menegaskan, kewajiban anggota parlemen manapun yang merasa sebagai manusia bebas adalah menggelar Armada Kebebasan ini dan meningkatkannya dalam rangka membongkar kedok tabiat kejahatan Israel dan mengefektifkan upaya pembukaan blokade, kemudian mendeklarasikan blokade internasional kepada siapaun yang mendukung blokade Gaza.
Asosiasi menegsakan bahwa untuk tujuan ini pihaknya akan meluncurkan aksi parlemen dunia untuk menyelenggarakan pemberangkatan Armada Parlemen Kebebasan “Freedom Flotilla Parlement” dan menyerukan kepada seluruh anggota parlemen di seluruh dunia untuk ikut dalam aksi ini.
Asosiasi juga menyerukan kepada seluruh anggota parlemen dari kalangan umat Islam untuk peduli dengan masalah kemanusiaan, hak, harga diri, keadilan dan demokrasi di antaranya dengan memberangkatkan Armada Parlemen ini. (bn-bsyr)
Gaza – Infopalestina: Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas Salah Bardawil menyesalkan keputusan pemerintah Mesir mencegah konvoi kebebasan memasuki Jalur Gaza melalui Rafah dan memaksanya kembali tanpa bisa memasuknya bantuan yang dibawanya. Ini sama saja dengan mengharamkan rakyat Palestina berhubungan dengan saudara-saudaranya di Mesir yang memberikan solidaritasnya pada Palestina.
Bardawil mengatakan, Selasa (8/6), "Kami berharap tindakan tersebut tidak akan menjadi pendekatan umum yang ditempuh pemerintah Mesir untuk menggagalkan setiap dukungan dan bantuan kepada rakyat Palestina dan pemerintah yang sah di Gaza."
Pihak berwenang Mesir sebelumnya melarang delegasi "Kebebasan 2", yang terdiri dari sembilan tokoh parlemen Mesir, untuk memasukkan bahan bangunan, semen dan besi dari mesir ke Jalur Gaza melalui gerbang penyeberangan Rafah. Dinas Keamanan Utara Sinai menyita empat truk barang yang menyertai konvoi kebebasan tersebut.
Ketua Delegasi Konvoi “Kebebasan 2”, Hazem Farouk mengatakan, "Kami terkejut keamanan Mesir merebut truk-truk yang sarat dengan semen dan bahan bangunan ke Gaza dan mengembalikannya ke sisi Mesir, setelah mengambil SIM sopirnya dan mengancam mereka akan ditahan setelah kami berada pada jarak 20 kilometer dari Jalur Gaza. Ketika kami meminta penjelasan mengenai hal ini pihak keamanan menegaskan bahwa truk-truk tersebut tidak akan masuk Gaza." (asw)

Senin, 07 Juni 2010

Mesjid Syuhada

Masjid Syuhada menyimpan candrsengkala sekaligus sebagai peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga hal itu digambarkan dalam bagian-bagian penting bangunan seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapuranya dan empat kupel bawah serta lima kupel atas. Keseluruhan bangunan terdiri tiga lantai, di bawah untuk ruangan kuliah, dilengkapi 20 jendela yang diharapkan menjadi peringatan atas 20 sifat Alah SWT.
Pada 17 Agustus 1950 menetapkan garis kiblat di atas tanah yang sekarang berdiri bangunan representatif. Sedangkan pada 23 September 1950 atau 11 Dzulhijjah 1369 bertepatan dengan Hari Raya Qurban kedua Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang ketika itu selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia, meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Dua tahun kemudian tepatnya pada 20 September 1952 seluruh bangunan selesai dan dilakukan pembukaan secara resmi yang bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1372.
Pembangunan Masjid Syuhada Yogyakarta dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim pada umumnya dan secara khusus memberi penghargaan kepada masyarakat muslim di Yogyakarta yang banyak menyumbangkan bagi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Lebih dari itu juga dimaksudkan sebagai monumen guna memperingati para pahlawan yang gugur syahid mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI.
Masjid yang menggabungkan berbagai arsiktektur selain sejumlah perlambang melekat dalam setiap bangunan, di kubahnya mengambil bentuk-bentuk bangunan yang berkembang di Persia, India dan menjadi bagian dari masjid-masjid yang dibangun ketika itu. Kubah bundar di bagian tengah sebagai kubah utama, dikelilingi kubah kecil di empat sudutnya.
Bangunan berlantai tiga itu memberikan kesempatan kepada masyarakat muslim untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain sebagai pusat ibadah, keberadaannya diharapkan menjadi pusat segala kegiatan kemasyarakatan. Di lantai dasar, masyarakat dapat menggunakan untuk kuliah dan beragam kegiatan.